MUVILO.UK



MUVILO.UK adalah mesin pencarian video. Kami telah mengindeks jutaan video dari seluruh dunia

Presiden Jokowi Marah Besar, Sikat & Pecat Semuanya (Pungli & Preman Penghadang Sopir Truk)


Download video Presiden Jokowi Marah Besar, Sikat & Pecat Semuanya (Pungli & Preman Penghadang Sopir Truk) with Mp4 Mp3 format only in molore.com [Video]
Name:Presiden Jokowi Marah Besar, Sikat & Pecat Semuanya (Pungli & Preman Penghadang Sopir Truk)
Duration:11 mnt 40 dtk
Published:08 Mei 2018
Source:Youtube
Like ?:
:Sopir Truk Mengeluh Banyak Pungli, Presiden Jokowi Perintahkan "Sikat Semuanya"

Presiden Joko Widodo mengatakan selama ini tidak mendapat laporan dari bawahannya terkait banyaknya pungutan liar terhadap sopir truk di jalanan.

Presiden Jokowi baru mengetahui bahwa pungli di jalanan masih marak setelah ia bertemu langsung dengan puluhan sopir truk di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

"Saya dengarnya sedikit, ternyata setelah bertanya kepada para pengemudi, para sopir, ternyata sangat banyaknya, kaget dong," kata Presiden Jokowi kepada wartawan seusai pertemuan itu.

Presiden Jokowi meminta Menteri Perhubungan Budi Karya dan Wakil Kepala Polri Komjen pol Syafruddin yang hadir dalam pertemuan itu untuk segera menindaklanjuti keluhan yang disampaikan para sopir truk.

Ia meminta preman-preman yang selama ini memalak sopir truk untuk ditindak. Begitu pula apabila ada oknum polisi atau petugas dinas perhubungan yang bermain.

"Disikat semuanya," tegas Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan, pungli membuat sopir truk tak nyaman dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, membuat ongkos transportasi logistik menjadi lebih mahal.

"Menyebabkan biaya tinggi ongkos transportasi kita, cost-cost tambahan yang seharusnya tidak perlu," kata Presiden.

Saat ditanya wartawan bagimana cara untuk memberantas pungli dan premanisme ini, Presiden Jokowi meminta hal tersebut langsung ditanyakan ke Menhub dan Polri.

"Saya kira ini pekerjaan besarnya Polri dan Perhubungan," kata dia.

Sebelumnya, dalam pertemuan Presiden Jokowi dan para sopir truk, mereka mengeluhkan masih banyaknya pungli yang dilakukan preman dan aparat.

Mereka harus membayar sejumlah uang kepada preman apabila melintas di daerah tertentu.

Ada juga yang mengaku diperas oknum polisi dan dinas perhubungan karena kelebihan muatan.

Padahal, sopir truk merasa tidak ada aturan yang jelas soal batas maksimal muatan yang bisa diangkut.

Sumber:
========================

Wakapolri: Saya Akan Pecat Polisi yang Pungli Sopir Truk.

Wakapolri Komjen Syafruddin akan menindak tegas segala bentuk kejahatan, salah satunya termasuk pungli. Syafruddin juga tegas menyampaikan, bahwa apabila ada polisi yang terlibat melakukan pungli, dia akan memecatnya.

"Aparat mana? Jembatan Timbang tidak ada lagi korek-korek gitu. Dulukan polisi, korek-korek. Enggak ada lagi korek-korek. Kalau itu ketangkap sama Propam, kita pecat,"ujar Komjen Syafruddin di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (8/5).

Menurutnya, poisi zaman dahulu dengan sekarang berbeda. Ia mengungkapkan gaji polisi saat ini sudah cukup banyak sehingga tidak memungkinkan untuk lakukan pungli.

"Polisi zaman dulu, 20 tahun yang lalu dengan polisi zaman sekarang, itu beda itu. Itu remunerasinya polisi sudah cukup banyak, cukup besar. Mereka juga jijiklah mau pungli-pungli yang Rp 5 ribu, Rp 10 ribu sekarang. Remunerasi besar sekarang polisi itu. Lebih dari gajinya. Iya. Lebih dari gajinya," tuturnya.

Komjen Syafruddin menambahkan, terkait sopir truk yang datang dan mengadu ke Jokowi, yang dikhawatirkan sopir truk ialah premanisme bukan oknum polisi yang lakukan pungli. Namun meski begitu, ia tetap akan menindak tegas jika memang tertangkap anak buahnya melakukan hal tersebut.

"Kalau ada satu, dua, oknum yang gila, kita akan pecat. Yang dikeluhkan itu premanisme di jalan itu. Bukan aparat formil. Langsung ke saya saja. Nanti saya akan bilang. Saya kasih nomor telepon, tapi harus benar. Kalau enggak kita proses juga dia. Kalau mau nyari-nyari," pungkasnya.

Masih di lokasi yang sama, Agus, salah satu sopir truk yang ikut dalam pertemuan di Istana Merdeka mengaku telah berjalan selama 26 hari dari Sidoarjo dan akhrinya tiba di Jakarta.

"Informasinya itu dapat hari Sabtu bahwasanya tanggal 8 bisa ditemui oleh Bapak Jokowi," kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/5).

Agus memang sudah menyiapkan beberapa keluhan dan masukan untuk menjadi bahan pertimbangan Jokowi. Salah satunya soal masih maraknya pungli kepada para sopir truk. "Masih ada pungli dan premanisme," ungkap Agus.

Agus merasakan sendiri masih banyak pungli di sepanjang jalur pengiriman barang. Tapi, untuk tindakan premanisme dirinya memang belum merasakan sendiri. Ia juga mengatakan dirinya bersama para sopir lainnya belum merasa aman ketika mengirim barang ke sejumlah daerah. Pelakunya tak lain komplotan begal hingga oknum petugas tak bertanggung jawab.

"Ya kelompok begal juga, oknum yang enggak bertanggung jawab juga. (Pungli) masih banyak. Lintas Sumatera itu bisa Rp 3 juta sekali jalan, bolak-balik Rp 6 juta. Ya kita tergantung sama perusahaan, pihak ekspedisi gitu," tuturnya.

Sumber: